Sering kali kita ingin anak-anak menyukai membaca karena kita tahu betapa banyak hal yang dapat mereka temukan di dalam buku. Tetapi ketika keinginan itu berubah menjadi target yang harus dicapai, membaca bisa terasa seperti tugas tambahan.
Menurut saya, kita bisa mulai dari pertanyaan yang lebih sederhana: bagaimana membuat buku terasa dekat dengan kehidupan anak?
Mulai dari waktu yang kecil dan dapat diulang
Lima belas menit sebelum tidur, satu cerita setelah makan malam, atau beberapa halaman sambil menunggu waktu berangkat. Waktu yang kecil lebih mudah dijaga daripada rencana yang terlalu ambisius. Yang kita bangun bukan kecepatan, melainkan rasa akrab.
Biarkan anak melihat bahwa membaca adalah bagian dari hidup
Anak tidak selalu perlu disuruh membaca. Mereka juga belajar dari apa yang mereka lihat. Saat buku, majalah, atau cerita hadir sebagai bagian dari rutinitas keluarga, membaca perlahan menjadi sesuatu yang wajar.
Jadikan percakapan lebih penting daripada jawaban
Setelah membaca, kita tidak perlu selalu bertanya apa pesan moralnya. Coba tanyakan, “Bagian mana yang paling kamu ingat?” atau “Kalau kamu ada di cerita itu, apa yang akan kamu lakukan?”
Mulailah dari yang sudah ada
Tidak perlu menunggu sudut baca yang sempurna atau koleksi buku yang banyak. Pilih satu cerita, satu waktu, dan satu tempat yang terasa nyaman.
